Toleransi Pelat berat Ketebalan, Tabel 1. Lebar dan panjang EN 10029. Kerataan EN 10029 kelas N, baja tipe H.
Potong memanjang Ketebalan, Tabel 1. Lebar dan panjang EN 10051. Kerataan EN 10029 kelas N, baja tipe H.
Toleransi Pelat berat Kondisi permukaan Menurut EN 10 163-2 Kelas B Subkelas 3. Pengelasan perbaikan pelat tidak diperbolehkan dalam produksi pelat baja Armor.
Kondisi pengiriman teknis umum Menurut EN 10 021. Kecuali disepakati lain, dokumen inspeksi EN 10 204-2.2 diterbitkan dalam bahasa Inggris.
Komposisi kimia Komposisi kimianya tercantum pada Tabel 2.
Sifat mekanik Sifat mekanik tipikal disajikan pada Tabel 3. Pelat harus mengambil langkah-langkah keamanan yang sesuai untuk melindungi dirinya sendiri dan tidak boleh ada orang luar yang diizinkan berada di area tersebut. Lokasi teraman biasanya di dekat mesin penggulung. Petunjuk penanganan dari pemasok baja dan petunjuk keselamatan bengkel harus dipatuhi secara rinci. Karyawan baru harus menerima pelatihan yang sesuai sebelum mereka diizinkan memproses baja yang diperkeras.
Pengujian bahan Prosedur pengujian bahan disajikan pada Tabel 4. Disarankan lebar pelat minimum Armor 500 untuk kelas penjaga yang berbeda disajikan pada Tabel 5.
Perawatan panas Perlakuan panas tidak dianjurkan. Jika prosedur temper diperlukan, puaskan, hubungi layanan pelanggan teknis untuk bantuan lebih lanjut.
Pengelasan Baja lapis baja dapat dilas dengan metode pengelasan umum. Bahan habis pakai las baja austenitik direkomendasikan. Bahan las feritik juga dapat digunakan jika kekuatan sambungan penting. Jika bahan habis pakai feritik digunakan, kebutuhan akan suhu kerja yang tinggi harus dipelajari untuk mencapai sambungan las yang sempurna.
Pembengkokan Ketika baja Armor 500 dibentuk secara dingin dengan cara ditekuk, radius tekukan minimum pahat atas harus 8 kali ketebalan material. Radius lentur yang sesuai untuk Armor 400 harus 5 kali ketebalan material. Perhatian khusus harus diberikan pada keselamatan kerja, ketika baja ini dibentuk dalam keadaan dingin. Pemotongan mekanis tidak cocok sebagai proses persiapan tepi untuk bagian yang ditekuk.
Pemotongan Baja lapis baja sangat cocok untuk pemotongan laser dan plasma. Pemotongan mekanis juga dapat digunakan jika gunting/bilah pemotong cukup keras dan peralatan yang digunakan kaku. Namun pemotongan dengan jet air lebih disukai, karena dengan metode ini sifat balistik dari tepi potongan dapat diperoleh.
permesinan Baja lapis baja dapat dikerjakan dengan menggunakan perkakas logam keras yang kaku dan peralatan yang kaku. Pelumasan yang cukup harus disediakan dan konsentrasi khusus harus diberikan untuk mengamankan benda kerja. Parameter pemotongan harus dipilih sedemikian rupa sehingga getaran pahat pemotong dan benda kerja dapat dihindari, karena getaran sangat mengurangi masa pakai pahat pemotong.
Keselamatan kerja Perhatian khusus harus diberikan pada semua tahap perawatan baja yang diperkeras. Flanging sangat melelahkan karena kekuatan dan kegelisahan lentur pelat yang tinggi. Jika radius tekukan, misalnya, terlalu kecil dan terjadi retakan pada titik tekuk, pelat dapat terbang dari alat tekuk ke arah tekukan.
Pelat berat Tebal mm
Toleransi atas mm
Ketebalan Lembaran mm
Toleransi atas, lebar mm
-1200
1201 – 1500
6.00 – 6.99
0.74
2.50 – 3.00
0.3
0.32
7.00 – 7.99
0.76
3.01 – 4.00
0.32
0.36
8.00 – 9.99
0.8
4.01 – 5.00
0.36
0.4
10.00 – 11.99
0.9
5.01 – 6.00
0.4
0.42
12.00 – 14.99
1
6.01 – 6.50
0.44
0.44
15.00 – 19.99
1.1
20.00 – 24.99
1.2
25.00 – 29.99
1.3
30
1.4
Komposisi Kimia
C
Ya
M N
P
S
Kr
Tidak
Mo
B
Baju besi 400
0.24
0.7
1.5
0.02
0.02
1
1
0.7
0.01
Baju besi 500
0.32
0.7
1.5
0.02
0.02
1
2
0.7
0.01
Sifat mekanik, khas
R MPa
R MPa
A %
HB t derajat Cha
Baju besi 400
1100
1300
8
360 – 450
-40
20
Baju besi 500
1450
1700
7
480 – 560
-40
20
Tag populer: komposisi kimia pelat baja, produsen, pemasok, pabrik komposisi kimia pelat baja Cina